Mengapa Pacaran Dilarang?

PACARAN
hem.....kira2 Santri2 F*****s ada yg pacaran g ya~?
kalian tahu gak Kenapa sih, ngga boleh pacaran ? kalimat seperti ini acap kali diucapkan oleh para remaja, dengan nada kesal. Zaman sekarang, remaja pacaran, berjalan dan mojok berduaan, memang sudah sangat biasa. Mereka terlihat dimana-mana.

Zaman Kakek-Nenek & Ibu-Bapak kita dulu yang pacaran bisa dihitung dengan jari. Dan mereka "malu-malu", tidak mau terlihat oleh yang lain. Zaman berubah. Namun, kriteria kebaikan Universal sebetulnya tidaklah berubah.

Dari zaman nabi Adam sampai dengan zaman Rasulullah Muhammad SAW, Islam melarang pencurian seperti juga Islam melarang orang untuk pacaran, atau pun mendekati zina.

Mari kita kaji bersama-sama, "Mengapa pacaran dilarang?"

Allah Maha Tahu, Yang Maha Pencipta tentunya yang paling tau apa yang terbaik buat kita. Allah menginginkan manusia ciptaanNya hidup bahagia, sehat dan sejahtera.

"Tapi ...orang yang sedang pacaran kan bahagia, lihat aja tuh orang yang sedang jatuh cinta, suka senyum-senyum sendiri, kelihatan senang kan? :) he .. he..". Kaya sedang makan coklat ya? ada lirik lagu yang bunyinya: " Bila Cinta Sudah Melekat Tai Kucing Rasa Coklat ".... Waktu pacaran kirain coklat setelah nikah "Sialan, ngga taunya Tai Kucing". Nah lo ...

Pada waktu pacaran yang diperlihatkan yang bagus-bagus nya aja, nanti kalau sudah nikah, baru deh kelihatah aslinya. "Ah, ternyata bau badannya ....uasem. Waktu pacaran kok wangi ya...". " Yaaa ternyata kere, mobil yang dipakai waktu pacaran itu mobil pinjaman ...". "Waktu pacaran kayanya romantiiis banget, eh ternyata aslinya galak". Pacaran tidak menjamin kita akan tahu sifat calon suami atau istri sesorang. Jadi gimana dong? .... Sholat Istikhoroh, minta petunjuk kepada Allah. Walaupun bibit, bebet, bobot tetap harus dilihat ya. Carilah yang sepadan. Namun yang terutama carilah yang pemahaman agamanya baik. Lalu istikhoroh, Berdoalah: "Ya Allah,kalau memang ia baik untukku mudahkanlah, jika tidak baik untukku jauhkanlah".

Coba perhatikan orang di sekelilingmu. Ada yang kaya raya, berkuasa, barang serba ada tapi terlihat tidak bahagia. Kenapa? ...karena keluarganya tidak bahagia, suami istri nafsi nafsi sendiri-sendiri, ikuti nafsu masing-masing. Tidak ada komunikasi, kalau ketemu berantem melulu, atau anaknya kurang ajar dan lain sebagainya.

Sementara ada keluarga yang sederhana, tapi bahagia. Suami, istri dan anak sering melakukan kegiatan bersama. Kita bisa lihat bahwa kebahagian itu didapat dari keluarga. Keluarga yang mawaddah wa rahmah.

Sekarang coba kita fikirkan, seseorang yang dari usia muda sudah pacaran, katakanlah usia 17 tahun. Menikah usia 25 tahun. Kira-kira sudah gonta ganti pacar berapa kali ya?

Pengaruh media, televisi, internet, bacaan dan lain-lain membuat pergaulan menjadi bebas. Pola pacaran juga menjadi lebih "berbahaya" dan "seronok". Jika seseorang menjadi pacar yang ke sekian kali nya, maka tidak ada jaminan bahwa ia tidak tersentuh oleh pacarnya yang terdahulu. Kemungkinan besar (tidak semua ya) masing-masing pasangan sudah jadi barang bekas, sudah dipegang-pegang oleh pacar terdahulu. Naudzubillah. Apakah seseorang rela memiliki pasangan yang demikian? dan kemungkinan hatinya masih mencintai bekas pacarnya yang terdahulu?

Saya tau seseorang yang sedang menggugat cerai suaminya. Kenapa? Ia masih mencintai pacar sebelumnya.... CLBK, Cinta Lama Bersemi Kembali. Ini adalah salah satu dampak negatif dari seringnya buka FB dan reuni dengan teman lama. Berhati-hatilah. Dalam kesempatan ini saya ingin mengingatkan agar acara reuni bisa dibuat lebih islami. Jangan sampai diisi dengan acara yang tidak diridhoi Allah misalnya joget dan cipika cipiki diantara laki2 dan perempuan yang bukan muhrim. Menurut penelitian, tingkat perceraian semakin tinggi. Apakah ini gara-gara CLBK? mungkin saja. Kalau sampai terjadi perceraian, maka yang jadi korban adalah anaknya. Di negara-negara yang pergaulannya bebas, tingkat perceraian begitu tinggi, tingkat stress juga tinggi.

Tidak ada seorang manusia pun yang sempurna. Suami atau Istri pasti punya kekurangan. Nah, pada waktu melihat kekurangan itu terkadang seseorang membandingkan pasangannya dengan bekas pacarnya. Lalu setan membisikkan angan-angan "Andai kamu dulu jadinya dengan dia, pasti dia lebih baik". Kemudian angan2 itu berkepanjangan. Apakah bahagia hidup seperti itu?

Kalau misalkan dari usia muda pacaran dengan seseorang, ngga ganti-ganti sampai bertahun-tahun. Gimana? ... Nah, ini ada bahaya yang lain lagi, namanya "Sindrom Kodok Rebus"...???
Katanya sih, kalau kita mau merebus kodok, jangan langsung dimasukkan ke dalam air panas. Pastinya ia akan loncat. Letakkan kodok itu di panci berisi air dingin lalu dihangatkan. Sedikit demi sedikit temperatur dinaikkan. Si kodok merasa nyaman dengan air yang mulai menghangat. Terus dinaikkan suhunya. Kodok tidak lompat, sampai suatu saat suhu sudah terlampau panas, ia ingin lompat tapi tidak mampu, sebagian tubuhnya mateng. Lalu?...is death alias tewas.

Barangsiapa yang berduaan (laki dan perempuan yang bukan muhrim). Maka yang ketiganya adalah setan. Kebanyakan orang pacaran mungkin awalnya ngga bermaksud zina. Namun dengan "sindrom kodok rebus", setan mangganggu manusia sedikit demi sedikit. Awalnya mungkin cuma berpegangan tangan lalu berlanjut, makin lama makin mendekati zina. Sampai suatu saat terjadilah zina. Siapa yang paling dirugikan? perempuan!! karena sampai sekarang belum ada laki2 yang bisa diperiksa masih perjaka atau ngga. Dan belum ada laki-laki yang hamil he ..he. Makanya para gadis, berhati-hati lah. Sekali terjadi perzinahan, maka "nasi sudah menjadi bubur".

"Mendekati" zina saja sudah dilarang. Allah Maha Tahu, jika sudah mendekati zina, maka setan akan sangat mudah merayu manusia untuk jatuh ke dalam perzinahan.

Semakin sering kita dengar berita, ditemukan bayi perempuan, dibuang atau pun dibunuh. Atau berita pembunuhan seorang perempuan, yang ternyata sedang hamil di luar nikah. Kenapa ya?...karena ... perzinahan bisa membawa kepada pembunuhan. Biasanya yang dibunuh adalah bayi yang lahir di luar nikah atau diaborsi, mau pun pihak perempuan. Coba buka deh, QS Al Isra (17:30-32) yang artinya: "(30)Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar. (31) Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (32) Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah [membunuhnya], melainkan dengan suatu [alasan] yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan."

Kita lihat bahwa ayat tentang zina di atas diapit oleh dua ayat pembunuhan, pembunuhan anak dan pembunuhan jiwa. Subhanallah, hal ini tentunya bukan kebetulan kan?

Mohon maaf kalau gambar di atas sungguh mengerikan. Tapi ini gambaran sesungguhnya dari aborsi. Aborsi itu pembunuhan yang sangat kejam. Jangan sekali-kali terfikir untuk aborsi, jauhilah pergaulan bebas.Di Amerika telah terbunuh 50 juta bayi dengan cara diaborsi. Di Indonesia 2,5 juta bayi diaborsi setiap tahun. Sungguh fakta yang sangat mengerikan.

Belum lagi kasus pembuangan bayi. Untuk menutupi rasa malu, manusia bisa berubah menjadi teramat kejam. Naudzubillah min dzalik.

Kalau pacaran dilarang lalu bagaimana cara mengenal calon suami atau istri? Dalam Islam ada perkenalan sebelum menikah, istilahnya khitbah. Hal ini dibolehkan ,jika memang sudah serius menuju ke pernikahan. Dan dalam perkenalan ini tetap saja harus ada pihak ke tiga, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada satu hal lagi yang perlu diingat. Berpacaran atau pun berzinah itu dosa, sedangkan menikah itu dianjurkan. Mengapa? Karena hal inilah yang membedakan manusia dengan hewan. Pernah ngga dapat undangan, " Eh, minggu depan datang ya, kucing saya mau nikah" :)...

Free sex atau pergaulan bebas itu adalah kehidupan yang menyerupai kehidupan hewan. Makanya ada istilah"kumpul kebo", hidup bersama tanpa ikatan pernikahan, persis kaya kebo. Ini adalah kehidupan orang-orang yang egois. Alangkah kasihannya anak yang dilahirkan tanpa status yang jelas. Bahkan di kehidupan glamour seleb dunia kadang terdengar kabar, seorang perempuan melahirkan anak tanpa diketahui siapa bapaknya. Kasian anak itu ya. Naudzubillah.

Ikutilah perintah Allah, insya Allah hidup bahagia dunia akhirat.
Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu berusaha memperbaiki diri di jalanNya. Semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan kita. Amin.

ma'af kawan hanya mengingatkan :)

Sumber: Diambil dari sebuah Secret Group di Facebook.

0 comments: